Kamis, 27 Oktober 2016

Mata milik bidadariku

Sendu ia menatap langit senja
Rindu terpendam lama menanti hari yang sudah dinanti-nanti
Sendu ia merasakan kesedihan
Perih teriris tak berdarah
Sudah lama ia terisak, sudah lama ia menanti
Waktu terus bergulir
Rinai hujan membawa pergi sendunya hati
Mata itu, manik mata itu..
Tumpah ruah seluruh airnya. Air mata yang selalu ia tahan untuk menahan kerinduan.
Ini anakmu ibu.. anak yang datang jauh jauh untuk melihat manik matamu.
Sungguh indah mata milik bidadari ku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar